3 Sektor Usaha di Karangasem dan Klungkung Terapkan Transaksi QRIS

    


Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri peresmian pembayaran transaksi non tunai berbasis QRIS, Sabtu, 8 Agustus 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bank Indonesia kembali meresmikan digitalisasi pembayaran non tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Klungkung dan Karangasem. Tiga sektor di bidang kesehatan, perdagangan, dan pariwisata mulai menerapkan QRIS.

Kepada Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho menjelaskan, pembayaran non tunai QRIS meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi. Dikatakan, tatanan kehidupan Bali era baru sesuai SE Gubernur No. 3355 mencakup transaksi pembayaran non tunai atau berbasis digital.

“Agar perekonomian Bali bangkit, kita harus mulai menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru,” kata Trisno Nugroho, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Menurut Trisno, hal itu sejalan dengan himbauan World Health Organization (WHO) yang menghimbau masyarakat agar menggunakan contactless payment.

Jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 31 Juli 2020 mencapai 113.737 unit. Sebanyak 1.832 merchant berada di Kabupaten Karangasem dan sebanyak 1.755 merchant berada di Kabupaten Klungkung.

Angka itu, kata Trisno, meningkat signifikan sebesar 346% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Dari angka tersebut, sebanyak 57% atau 64.650 merchant merupakan usaha mikro, 20% atau 22.751 merchant usaha kecil, 17% atau 18.862merchant usaha menengah dan 6% atau 6.807 merchant usaha besar.

“Kami meyakini peningkatan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal ini akan semakin mendorong percepatan kebangkitan perekonomian Bali,” jelasnya.

Peresmian itu dihadiri oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. (Way)