279 Siswa SMK N 3 Purworejo Ikuti Uji Kompetensi

    


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, dan Pengawas SMK dari BP2MK Magelang, Bani Mustofa, MPd, didampingi Kepala SMK N 3 Purworejo, Dra Indriati Agung Rahayu, saat melakukan peninjauan uji kompetensi, Kamis (11/4) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 279 siswa SMK N 3 Purworejo dari kelas XII jurusan Tata Busana, Tata Boga, dan Tata Kecantikan, mengikuti uji kompetensi sertifikasi siswa. Uji kompetensi ini, dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) SMK N 3 Purworejo, dibawah naungan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari Kamis (11/4) hingga Jum’at (12/4) ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, Kamis (11/4), dan dihadiri oleh Pengawas SMK dari BP2MK Magelang, Bani Mustofa, MPd, dengan disaksikan sejumlah tamu undangan.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi TUK (Tempat Uji Kompetensi) oleh Agung Wibowo dan Bani Mustofa, dengan didampingi Kepala SMK N 3 Purworejo, Dra Indriati Agung Rahayu.

“Tahun ini, peserta uji kompetensi dari SMK N 3, 279 siswa, dan SMK jejaring 400 siswa,” jelas Indriati Agung Rahayu, melalui Purwandari, SPd, MPd, Ketua LSP SMK N 3 Purworejo.

Ada 13 sekolah yang menjadi jejaring disini, kata Purwandari, yakni, SMK N 6 Purworejo, SMK N 7 Purworejo, SMK N 8 Purworejo, SMK Assidiqiyah, SMK N 1 Kepil, Wonosobo, SMK N 1 Sapuran, Wonosobo, SMK N 1 Karanganyar, Kebumen, SMK N 1 Karanggayam, Kebumen, SMK N 1 Ambal, Kebumen, SMK Bina Karya Kebumen, SMK Mutiara, SMK Yapek Gombong, dan SMK Muhammadiyah Kebumen.

Untuk pelaksanaan uji kompetensi SMK jejaring, ujar Purwandari, dilaksanakan mulai Kamis (11/4) hingga Sabtu (27/4). Bagi yang memiliki TUK memenuhi syarat, maka uji kompetensi akan dilakukan di sekolah tersebut. Sementara bagi yang TUK nya tidak memenuhi ketentuan, pelaksanaannya akan menginduk di sekolah yang TUK nya memenuhi.

“Ada enam skema yang diujikan dalam uji kompetensi ini. Kita memiliki 25 assesor, dan dari SMK jejaring ada 5 assesor,” ungkap Purwandari.

Keenam skema ini, Food Production Cookery, Food Production Patisserie, Food Production Service, Yunior Operator Custom Made, Perawatan Kecantikan, dan Perawatan Rambut.

Jika lulus dalam uji kompetensi ini, terang Purwandari, siswa akan mendapatkan sertifikat uji kompetensi dari BNSP, dengan logo burung Garuda. Dan sertifikat ini, berlaku tidak hanya di dalam negeri, tapi hingga tingkat ASEAN.

“Sertifikat uji kompetensi ini, sebagai bukti bahwa orang yang memilikinya, memang berkompeten, atau ahli di bidangnya, dan diakui. Di dunia industri, sertifikat ini sangat dibutuhkan. Di SMK N 3 Purworejo, uji kompetensi ini wajib,” jelas Purwandari.

Adanya uji kompetensi ini, mempunyai tujuan utama, untuk mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi peserta didik di level tertentu yang sesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari selama proses pembelajaran di SMK.

Purwandari berharap, semua peserta uji kompetensi bisa lulus semua. Karena pada pelaksanaan uji kompetensi tahun lalu, dari 400 lebih peserta, yang tidak lulus mencapai 48 orang. (Jon)