244 Gereja di Bali Dijaga Ketat Pada Malam Natal

    


Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan di Solo, Jawa Tengah berdampingan dan menjadi simbol toleransi antar pemeluk agama dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing - foto: istimewa/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 3.726 personil gabungan dari TNI, Polri maupun pecalang dilibatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru di Bali. Selain itu, polisi juga menjaga 244 gereja yang tersebar di seluruh Bali pada perayaan malam natal.

Kabid Humas Polda Bali, Anak Agung Made Sudana mengatakan, obyek vital seperti Bandara akan ada penambahan personil keamanan dari Polri.

“Kekuatan pengamanan didukung dari setiap polsek yang ada, terutama di obyek vital seperti bandara,” jelas AA Made Sudana, Kamis, 22 Desember 2016.

Terpisah, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika saat menjadi Inspektur upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Agung 2016 meminta agar TNI/Polri melakukan operasi intelijen untuk mengantisipasi kemungkinam adanya gangguan keamanan.

“Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi. Beruntung di Bali ada aparat keamanan tradisional Pecalang Desa Pakraman,” kata Pastika, Kamis, 22 Desember 2016

Terkait upaya teror yang menjadikan Bali sebagai target, Pastika mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan.

“Keamanan tidak jatuh dari langit. Keamanan harus diusahakan, dipelihara dengan baik. Tanpa itu tidak bisa dan Operasi Lilin ini adalah salah satu usaha,” kata Pastika.

Gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2016 digelar di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar pagi tadi. Operasi berlangsung selama 10 hari mulai 23 Desember 2016-1 Januari 2017.
 
 
Way/Alt