224 Peserta Ikuti Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi

    


Asisten 2 Setdakab Purworejo, Budi Hardjono, didampingi Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Gatot Suprapto, saat membuka pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi, Selasa (26/2) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 224 peserta, mengikuti Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi, yang diselenggarakan UPT-BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo. Pelatihan Angkatan Pertama di tahun 2019 ini, dibuka secara resmi oleh Budi Hardjono, Asisten 2 Setda Kabupaten Purworejo, mewakili Sekda Said Romadhon, Selasa (26/2).

Pembukaan pelatihan juga dihadiri Kepala BLK Surakarta, Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Gatot Suprapto, Kepala Rutan Purworejo, Danramil Purworejo, Kepala Desa Sikambang, Penungkulan, dan Candisari, serta segenap tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Hardjono berpesan, agar siswa dituntut aktif, sehingga penyerapan pengetahuan ketrampilan dan keahlian dapat optimal. Itu dikarenakan, penyampaian sistem belajar mengajar menggunakan metode Adragogi (cara belajar orang dewasa).

Menurut Kepala UPT-BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Sudarman, dari 224 peserta pelatihan, terbagi menjadi 14 paket pelatihan (kelas), dengan jumlah peserta 16 orang per paket, dengan rincian, 10 paket pelatihan institusional dan 4 paket pelatihan non institusional.

Untuk paket pelatihan institusional, meliputi kejuruan pembuat roti dan kue, pembuatan hiasan busana dengan mesin bordir high speed, servis sepeda motor konvensional, penggambaran 2D dengan sistem CAD, perakitan komputer, pengoperasian mesin bubut, menjahit pakaian dengan mesin, pengelolaan administrasi perkantoran, pembuatan design grafis, dan juru las I SMAW.

Untuk pelatihan non institusional, kata Sudarman, meliputi kejuruan, mengerjakan finishing dengan teknik semprot (di Rutan Purworejo), teknisi audio video (di Desa Penungkulan, Gebang), pembuat roti dan kue (di Candisari, Banyuurip), serta pemasangan instalasi otomasi Listrik (di Sikambang di Pituruh).

“Waktu lamanya pelaksanaan pelatihan bervariasi. Ada yang 20 hari, 25 hari, 30 hari, dan 45 hari, tergantung kejuruannya,” ujar Sudarman, Kamis (28/2).

Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini, menurut Sudarman, untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja di Purworejo. Harapannya, setelah pelatihan ini, bisa menambah ilmu pengetahuannya, sehingga mampu bersaing di pasar kerja, yang pada akhirnya bisa mengurangi angka pengangguran di Purworejo.

“Biaya pelatihan ini berasal dari APBN tahun 2019,” pungkas Sudarman. (Jon)