21 KK Masih Mengungsi Akibat Bencana Tanah Bergerak Landa 3 Desa di Purworejo

    


Bupati Purworejo Agus Bastian saat mengunjungi salah satu rumah korban tanah bergerak di Bruno, Sabtu (16/01/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Peristiwa tanah bergerak pada Rabu (13/01/2021) di tiga desa di Kecamatan Bruno, akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda dalam satu pekan terakhir, menjadi perhatian Bupati Purworejo.

Akibat terjadinya pergeseran tanah ini, mengakibatkan beberapa rumah di Desa Somoleter, Tegalsari dan Kaliwungu mengalami kerusakan. Tembok dan lantai rumah menjadi retak, bangunan rumah dan tempat ibadah roboh rata dengan tanah.

Sepulang dari agenda tugas di Jakarta, pada Sabtu siang (16/01/2021) Bupati Purworejo Agus Bastian bersama Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti langsung mengunjungi tiga desa tersebut.

Di lokasi, selain melihat langsung kondisi terkini, Bupati juga memberikan arahan dan menyampaikan bantuan untuk tanggap bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan, lokasi bangunan yang rawan agar segera dikosongkan. Untuk sementara, para warga yang terdampak diarahkan untuk mengungsi di tempat yang dinilai lebih aman.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Kades. Untuk rumah-rumah yang sekiranya jauh dari resiko bencana ini, terutama yang kosong, untuk bisa dijadikan tempat pengungsian atau posko sementara sambil nanti kita carikan solusi untuk hunian sementara,” ujar Bupati.

Bagi warga, diminta untuk mengikuti himbauan dari BPBD dan petugas yang ada, karena bencana semacam tanah bergerak ini biasanya tidak terasa pergerakanya namun secara tiba tiba bisa langsung merobohkan bangunan.

“Pokoknya keselamatan masyarakat yang utama,” tandas Bupati.

Hingga saat ini dilaporkan ada 21 KK yang mengungsi terdiri dari RT 1 RW 3 dan RT 2 RW 3 Desa Somoleter, dari Desa Tegalsari jumlah bangunan terdampak ada 15 bangunan, terdiri dari 14 rumah tinggal dan 1 Musholla.

Jumlah jiwa yang diungsikan terdapat 66 pengungsi yang saat ini tinggal di rumah keluarga dan tetangga yang dinilai aman. Sedangkan di Dukuh Kalibang RT 3 RW 5 dan RT 5 RW 5, Desa Kaliwungu terdapat 16 bangunan yang terdampak, meliputi tembok retak, hingga lantai yang jebol tak beraturan.

Satu keluarga yang diungsikan sementara di rumah orangtuanya karena kondisinya paling parah dan terlalu beresiko kalau untuk tetap tinggal.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Wabup didampingi sejumlah pejabat, antara lain, Plt Asisten Bidang Pemerintahan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinperkimtan, Kepala Dinpermasdes, Sekretaris Dinas Sosial, Kabag Humas dan Protokol Setda, Camat Bruno dan instansi terkait lainnya. (Jon)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas