2 Suplaiyer Pil Koplo Ditangkap Edarkan Hexymer

    


WS dan RS, dua pengedar pil hexymer, yang ditahan Satuan Narkoba Polres Kebumen - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib apes dialami WS (24), pemuda warga Rowokele, Kebumen. WS ditangkap Sat Narkoba Polres Kebumen pada Rabu (19/04) malam, saat menjajakan pil hexymer di depan SDN Kretek, Rowokele. Dari tangan WS, disita beberapa barang bukti.

Saat penangkapan tersebut, diperoleh satu nama, RS (22), yang diduga kuat sebagai suplayer pil Hexymer tersebut. Sementara WS hanya sebagai kurir. RS akhirnya berhasil ditangkap sehari kemudian, Kamis (20/4), di rumah orangtuanya di Rowokele.

“Kedua tersangka diduga keras melanggar pasal 196 Junto Pasal 98 ayat (2) UU RI No. 36. Th 2009 tentang Kesehatan,” jelas Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, SSos melalui Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH.

Dari tangan RS, polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah tas pinggang warna coklat muda berisi uang tunai Rp 2.070.000, yang diduga hasil penjualan obat, 4 papan pil Tramadol 10 butir, sepaket berisi 3 buah pil Hexymer dibungkus kertas merah, serta sebuah Hp warna hitam.

Dijelaskan oleh Willy, Hexymer merupakan jenis obat yang belum terdaftar di dalam MIMS (kitab daftar obat-obatan yang beredar resmi). Obat ini merupakan golongan anti-psikotik yang berfungsi untuk mengurangi gejala psikotik atau gangguan jiwa.

Oleh karena itu, obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Orang yang mengedarkan sembarangan pun, karena tidak memiliki kewenangan standar mutu dari departemen kesehatan selanjutnya dapat dijerat dengan UU kesehatan.

“Jika disalahgunakan oleh pemakainya, dapat mempengaruhi kesehatan tubuh hingga kematian, karena mempunyai sifat yang berbahaya, sehingga peredarannya pun harus benar benar diawasi,” terang Willy, yang didampingi Kasat Narkoba, AKP Hari Harjanto, SH.
 
 
Jon