2 Petinju Sasana Banteng Bagelen Rebutkan Sabuk Emas Bupati Kulonprogo

    


Sugiyanto (Giant Wasiat), bersama Kino King dan Syahratu Natasha - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Banteng Bagelen BC, Purworejo, dipastikan maju bertanding dalam kejuaraan Sabuk Emas Bupati Kulonprogo ke 3, Sabtu (9/12), di GOR UNY, Wates, Kulonprogo.

Kedua petinju ini, Sukino (33), yang memiliki sebutan Kino King. Petinju profesional warga Kalirejo, Bagelen ini, akan turun di kelas ringan (61 kg). Kino King akan melawan Mujiono (Jio), petinju dari Bantul. Kino King akan main di partai tambahan.

“Partai utamanya Hery Andriyanto, dari sasana Akademi Fight BC, Kulonprogo, melawan Beni Panser, dari sasana Brigif 6 Kostrad BC, Solo. Mereka akan bertanding di kelas Welter (66,6 kg),” jelas Sugiyanto, alias Giant Wasiat, pelatih Kino King, Jum’at (8/12).

Tasha, saat berlatih bersama ayahnya, Sugiyanto, mantan petinju nasional kelas bantam, peringkat 9 versi ATI - foto: Sujono/Koranjuri.com

Tasha, saat berlatih bersama ayahnya, Sugiyanto, mantan petinju nasional kelas bantam, peringkat 9 versi ATI – foto: Sujono/Koranjuri.com

Sugiyanto optimis, Kino akan menang melawan Jio. Meski Jio kaya pengalaman bertanding ke luar negeri, dengan kelebihan pertahanannya yang rapat, namun kemampuan Kino akan mampu mengimbanginya. Gaya bertinju Kino yang fighter, dan pernah bersparing partner dengan Jio, akan sangat membantunya.

Sebelum turun di kelas ringan, Kino ini dulu petinju profesional kelas bantam (53,5 kg), yang bertinju di tahun 2002 – 2006. Setelah lama vakum, Kino kini aktif kembali. Kino juga optimis, dia akan menang melawan Jio. Hook kiri, jadi andalannya.

Selain Kino King, sasana Banteng Bagelen BC juga menurunkan Syahratu Natasha (11), petinju cilik klas 6 SD, yang akan turun di pertandingan exsibisi. Pada pertandingan ini, Tasha, demikian panggilan akrabnya, akan main 2 ronde.

Menurut Sugiyanto, Tasha merupakan petinju cilik yang yang memiliki kelebihan di tangan kirinya, karena kidal. Sugiyanto optimis, Tasha akan menang dalam pertandingan perdananya itu.

Sugiyanto sengaja menerjunkan Tasha di kelas exsibisi, sebagai pengalaman bertanding dan melatih mentalnya. Diakui, Tasha, yang merupakan anak pertamanya itu, masih kurang untuk reflek/ counter. Ajang exsibisi, bisa menjadi ajang Tasha untuk mempraktekkan apa yang selama ini dipelajarinya.

“Kedepan, kita berharapTasha bisa masuk pra Pon dan timnas,” ujar Sugiyanto.

Tasha, merupakan anak pertama pasangan Sugiyanto – Leni Marlina. Sejak usia 7 tahun, kata Sugiyanto, Tasha sudah mengikuti jejaknya, bertinju. Dia dilatih secara langsung oleh ayahnya, Sugiyanto, atau Giant Wasiat, mantan petinju nasional kelas bantam peringkat 9 versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia), yang kini jadi pelatih di sasana Banteng Bagelen BC. (Jon)