152 Siswa SMK Kesehatan Purworejo Jalani Sumpah Janji PKL

    


Prosesi sumpah janji PKL 152 siswa SMK Kesehatan Purworejo, Kamis (14/3), di gedung PKPRI Purworejo, yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Nuryadin, S.Sos, M.Pd. - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 152 siswa SMK Kesehatan Purworejo dari kelas XI jurusan Keperawatan dan Farmasi, menjalani sumpah janji PKL (Praktek Kerja Lapangan), Kamis (14/3), di Gedung PKPRI, Purworejo.

Pengambilan sumpah ini dipimpin oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd, di hadapan para orang tua/wali, dan sejumlah tamu undangan. Dengan penuh khidmat, para siswa angkatan IV ini mengikuti sumpah janji PKL, yang dilanjutkan dengan pemasangan lencana praktikan, kepada perwakilan siswa.

Dijelaskan oleh Nuryadin, bahwa berdasarkan UU Kesehatan RI no 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan RI no 80 tahun 2016 tentang penyelenggaraan pekerjaan asisten tenaga kesehatan, bahwa dalam menjalankan pekerjaannya, asisten tenaga kesehatan harus mampu menjaga kerahasiaan pasien.

“Itulah kenapa, perlu dilakukan PKL. Kegiatan ini rutin kita lakukan, sebagai bentuk kesungguhan kita dalam mempersiapkan siswa untuk terjun di lapangan. Karena profesi keperawatan dan farmasi ini berhubungan dengan manusia, dan resikonya cukup berat, sehingga harus dipersiapkan secara seksama dan benar-benar serius,” ujar Nuryadin.

Sebelum dilakukan sumpah janji PKL ini, ungkap Nuryadin, para siswa menjalani diklat pembekalan selama 3-4 hari, yang dilanjutkan dengan ujian. Dan siswa yang dinyatakan lulus, maka akan diambil sumpahnya, dan layak untuk diterjunkan PKL di apotik, RS, maupun Puskesmas. Siswa peraih nilai tertinggi, Anjali Kharisma Putri Yahni dari jurusan Farmasi, dan Puji Rahayu dari jurusan Keperawatan.

Tujuan dari PKL sendiri, menurut Nuryadin, agar siswa serius menjalankan tugas selama PKL, karena tugas tersebut ada resiko hukumnya, dan merupakan bentuk pengabdian, serta ada pertanggungjawabannya, baik secara hukum, maupun kepada Tuhan YME. Dan hadirnya para orangtua, sebagai bentuk dukungan dan doa.

Pada kesempatan tersebut, para kepala puskesmas dan apotik tempat PKL siswa juga hadir. Menurut Nuryadin, supaya terjalin sinergi, antara siswa, apotik/puskesmas, dan pihak sekolah.

Pada para peserta PKL, Nuryadin berpesan, untuk tetap menjaga nama baik sekolah, pribadi dan keluarga, serta berperilaku dan berprestasilah yang baik di tempat PKL dan masyarakat, dengan menjalankan 3T. Yakni, tertib beribadah, tertib belajar, dan tertib berorganisasi, serta anggun akhlak dan unggul intelektualnya, sehingga simpatik, menarik, tenang dan meyakinkan.

“PKL akan dimulai Senin (18/3), dan berlangsung selama tiga bulan. Untuk gelombang pertama, selama 1,5 bulan para siswa akan PKL di 21 apotik dan 11 puskesmas yang ada di wilayah Purworejo,” pungkas Nuryadin, yang didampingi Waka Humas, Ardiyanto. (Jon)