128 Peserta Ikuti Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi BLK Purworejo

    


Pembukaan pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh UPT BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Kamis (20/2/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 128 peserta, mengikuti Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan UPT BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo.

Pembukaan pelatihan, dilakukan Kamis (20/2), oleh Windarto, SSos, Sekdin Dinperinaker Kabupaten Purworejo, yang ditandai dengan pemasangan tanda peserta serta pemberian seragam kepada perwakilan peserta.

Para peserta tersebut, merupakan peserta dari 8 paket kejuruan, yakni, pembuat roti dan kue, teknisi telpon seluler perangkat keras, menjahit pakaian dengan mesin, pengelolaan administrasi perkantoran, pembuatan desain grafis, drafter, pengelasan SMAW 3 G, dan teknisi sepeda motor.

“Taati peraturan dan tata tertib yang ada di BLK. Jaga sikap, perilaku dan kesehatan,” ujar Windarto berpesan pada para peserta.

Peserta, kata Windarto, juga dituntut aktif, sehingga penyerapan PKS (Pengetahuan Ketrampilan dan Skill) dapat optimal. Dikarenakan, penyampaian sistem belajar mengajar menggunakan metode Andragogi (cara belajar orang dewasa).

Peserta, pesan Windarto, agar menyesuaikan dalam pembelajaran, karena latar belakangnya yang berbeda, serta segera membentuk organisasi kelas maupun angkatan, agar dapat membantu dalam pembelajaran maupun setelah lulus nanti.

Untuk para instruktur, Windarto juga berpesan agar menyampaikan materi kepada peserta sesederhana mungkin, supaya mudah diserap dan dimengerti, serta memberikan motivasi dan disiplin untuk diterapkan kelak di dunia kerja.

“Instruktur tidak hanya melatih, tapi juga mencarikan jejaring, agar alumnusnya dapat ditempatkan,” kata Windarto wanti-wanti.

Dalam kesempatan tersebut, Sudarman, SSos, selaku Kepala UPT BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo menyampaikan, bahwa kegiatan pelatihan ketrampilan tersebut sumber dananya dari APBN.

“Antara kejuruan yang satu dengan lainnya, lama pelatihnya ada yang berbeda,” ungkap Sudarman.

Untuk kejuruan teknisi telepon seluler, menjahit pakaian dengan mesin, pengelolaan administrasi perkantoran, pembuatan desain grafis, serta drafter, pelatihan dilaksanakan dari tanggal 21 Februari hingga 31 Maret 2020 (33 hari/260 jam pelajaran).

Pada kejuruan pengelasan SMAW 3 G dan teknisi sepeda motor, pelatihan dilaksanakan dari tanggal 21 Februari hingga 13 April 2020 (43 hari/340 jam pelajaran). Dan khusus untuk kejuruan pembuat roti dan kue, pelatihan dilaksanakan selama 18 hari/240 jam pelajaran, dari 21 Februari hingga 12 Maret.

“Di akhir pelatihan, semua peserta akan mengikuti Uji Kompetensi dari LSP Surakarta,” kata Sudarman. (Jon)