115 Siswa SMK Kesehatan Purworejo Jalani Sumpah Janji PKL

    


Penyematan tanda peserta PKL oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos kepada para siswa, Sabtu (3/3), di gedung kesenian Sarwo Edi Wibowo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 115 siswa SMK Kesehatan Purworejo, dari kelas XI jurusan keperawatan dan farmasi, menjalani sumpah janji PKL. Pengambilan sumpah yang merupakan angkatan ke 3 ini, dilakukan di hadapan para orang tua/wali siswa, serta segenap tamu undangan, Sabtu (3/3), bertempat di Gedung Kesenian Sarwo Edi Wibowo.

Pengambilan sumpah sendiri, dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos. Dengan penuh khidmat, para siswa mengikuti sumpah janji PKL. Usai pengucapan sumpah PKL, secara simbolis Nuryadin menyematkan tanda peserta PKL kepada para siswa.

Dalam arahannya, Nuryadin menjelaskan, bahwa berdasarkan UU Kesehatan RI no 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan RI no 80 tahun 2016 tentang penyelenggaraan pekerjaan asisten tenaga kesehatan, bahwa dalam menjalankan pekerjaannya, asisten tenaga kesehatan harus mampu menjaga kerahasiaan pasien.

“Itulah kenapa, dilakukan sumpah janji PKL,” kata Nuryadin.

Selain itu, jelas Nuryadin, bahwa janji sumpah PKL juga bagian dari protap sekolah, dan keputusan Persemki, yang merupakan kalender pendidikan, bahwa siswa SMK Kesehatan wajib mengikuti sumpah janji PKL, sebelum mereka diterjunkan PKL di RS maupun apotik.

Inti dari pengambilan sumpah itu sendiri, menurut Nuryadin, bahwa selama menjalani PKL, agar serius dan profesional dalam menjalankan pekerjaan dan kewajibannya sebagai asisten tenaga kesehatan. Karena sudah berhadapan langsung dengan pasien, klien, dan masyarakat, maka harus siap dengan segala resikonya.

Nuryadin menambahkan, sebelum diambil sumpah janji PKL, para siswa juga menjalani test kesiapan menjalani PKL, yang dilakukan selama 2 hari di STIKES Surya Global Yogyakarta. Hasilnya, lulus semua. Untuk nilai tertinggi jurusan keperawatan, diraih Pratnya Adanti, dan jurusan farmasi, nilai tertinggi diraih Rohmatika.

Selama 3 bulan, kata Nuryadin, para siswa akan menjalani PKL di sejumlah rumah sakit, puskesmas, dan apotik yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Jaga nama baik sekolah, pribadi dan keluarga. Berperilaku dan berprestasilah yang baik di tempat PKL dan masyarakat, dengan menjalankan 3T. Tertib beribadah, tertib belajar, dan tertib berorganisasi, serta anggun akhlak dan unggul intelektualnya, sehingga simpatik, menarik, tenang meyakinkan,” pesan Nuryadin pada anak didiknya.

Dalam kesempatan tersebut, Bani Mustofa, yang merupakan pengawas SMK dari BP2MK Magelang, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Bani juga salut dengan prestasi yang diraih SMK Kesehatan Purworejo.

“Berdiri belum lama, tapi prestasinya luar biasa. Dalam UNBK tahun 2017, SMK Kesehatan Purworejo rangking 2, dari 43 SMK negeri dan swasta se Purworejo. Untuk tingkat Jateng, rangking 90 dari 1534 SMK negeri dan swasta se-Jateng,” ujar Bani. (Jon)