113 Siswa SMK Kesehatan Purworejo Lulus Uji Kompetensi BNSP

    


Siswa kelas XII SMK kesehatan Purworejo, dari kejuruan Keperawatan dan Farmasi, yang dinyatakan lulus uji kompetensi dari BNSP - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 113 siswa SMK Kesehatan Purworejo dari kelas XII dinyatakan lulus UKK (Uji Kompetensi Keahlian) yang diadakan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Asnakes (Asosiasi Tenaga Kesehatan), dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Ujian sertifikasi kompetensi ini, dilaksanakan selama 4 hari, dari Senin (29/4) hingga Kamis (2/5), di SMK Kesehatan Purworejo. Dua assesor dari LSP Asnakes, menguji siswa SMK Kesehatan Purworejo dari kejuruan Keperawatan (85 siswa) dan Farmasi (28 siswa), serta 7 siswa kejuruan Farmasi dari SMK Mahardika.

“Alhamdulillah, lulus semua,” ujar Nuryadin, S.Sos, M.Pd Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Kamis (2/5).

Menurut Nuryadin, selama ujian berlangsung, ada 18 materi yang diujikan untuk jurusan keperawatan, diantaranya, memandikan pasien, perawatan kuku, keramas pasien, pengukuran tanda-tanda vital, kompres panas, kompres dingin, maupun membersihkan /mensterilkan alat. Hal tak jauh beda juga diujikan untuk jurusan Farmasi, antara lain, membuat jurnal, meramu obat, maupun membuat resep.

Dengan lulusnya para siswa kelas XII ini, jelas Nuryadin, bisa diartikan para siswa berkompeten semua. Mereka sudah memenuhi standar kelulusan dari mata ujian yang diujikan, dengan standar internasional. Karena dalam sertifikat yang dikeluarkan BNSP, selain berlogo Burung Garuda, juga dengan menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Uji kompetensi ini sendiri, menurut Nuryadin, merupakan bagian dari proses kurikulum yang memang wajib bagi lulusan SMK. Di SMK Kesehatan Purworejo sendiri, tahun ini sudah yang ketiga kalinya. Dan salah satu syarat siswa lulus, selain lulus UNBK, juga lulus uji kompetensi ini.

“SMK Kesehatan Purworejo merupakan salah satu sekolah swasta yang berani mengikuti uji kompetensi dari BNSP. Untuk mencapai itu, sangat berat,” ungkap Nuryadin.

Karena, kata Nuryadin, untuk bisa melaksanakan uji kompetensi, harus memiliki sarana dan prasarana yang layak, yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah diberikan visitasi (penilaian) dari pengawas, Dinas Pendidikan Propinsi, serta BNSP sendiri.

Dengan lulusnya siswa di uji kompetensi BNSP ini, Nuryadin berharap, kwalitas lulusan SMK kesehatan Purworejo tetap terjaga. Masyarakat akan lebih mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah ini, serta membuat semangat para guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi persaingan di era globalisasi saat ini, sesuai pesan Mendiknas dalam peringatan Hardiknas 2019.

“Siswa sudah kita persiapkan dengan matang, dengan penambahan materi oleh guru maupun dokter, untuk pencapaian kompetensi. Alhamdulillah, lulus semua,” pungkas Nuryadin. (Jon)