1.503 Peserta Seleksi CPNS Pemprov Bali Ikuti Tes di BPSDM

    


Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Seleksi CPNS tahap kedua untuk Pemprov Bali mulai dilaksanakan hari ini, Selasa, 1 September 2020. Calon ASN yang jadi peserta tes sebanyak 4.356 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana mengatakan, dari jumlah itu, peserta CPNS untuk Provinsi Bali sebanyak 1.503 orang.

Pelaksanaan seleksi ini dibagi menjadi tiga sesi per hari. Masing-masing sesi diberikan waktu 1,5 jam, setiap sesi diikuti 147 peserta yang dibagi ke dalam dua ruangan.

Selain menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, pihaknya juga menyiapkan seorang dokter dan juga satu unit ambulans BPBD untuk antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun jika ada yang suhu tubuhnya melebihi 37,3 celcius, maka akan diistirahatkan terlebih dahulu dan lima menit kemudian akan diukur ulang.

“Kita akan menunggu rekomendasi dari tim kesehatan. Jadi kami tidak bisa menggugurkan mereka. Oleh karena itu, apabila rekomendasi menyebutkan bisa jalan atau ikut, maka kami akan tunda,” kata Lihadnyana.

Panitia juga sudah menyiapkan ruang dan waktu khusus bagi peserta dengan suhu tubuh diatas batas normal. Artinya, kata Lihadnyana, kondisi apapun semua peserta CPNS tetap diukutkan dalam tes.

Sebelumnya, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 ini berlangsung selama 13 hari. Terhitung dari tanggal 1-13 September 2020.

Sementara, Kepala Ombudsman RI (ORI) Bali Umar Ibnu Alkhatab menambahkan, dalam seleksi CPNS tahun ini tidak yang berbeda dari tahap I. Yang membedakan hanya protokol covid-19 yang mutlak dipersyaratkan bagi peserta.

Secara teknis pengerjaan, kata Umar, tidak ada yang berubah. Sistem yang digunakan masih menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

“Kalau seleksi sebelumnya kam sebelum covid-19. Jadi seleksi kali ini hanya menambahkan protokol covid-19, dengan jarak tempat duduk diatur 1,5 meter, wajib masker dan hasil rapid tes non reaktif,” jelas Umar. (Way)