1.500 Atap Seng Disalurkan untuk Rehabilitasi Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa Karangasem

    


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho (kiri) bersama Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengunjungi Posko I BPBD Kabupaten Karangasem - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gempa magnitudo 4,8 pada 16 Oktober 2021 yang berpusat di Karangasem Bali, masih menyisakan dampak bagi masyarakat Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem.

377 unit rumah dan 1 balai banjar mengalami kerusakan dengan korban jiwa nihil.

Bantuan logistik untuk warga sampai saat ini telah terpenuhi melalui BPBD Kabupaten Karangasem. Namun, kerusakan bangunan dan kebutuhan rehabilitasi rumah warga yang rusak masih perlu mendapat perhatian.

Dalam hal ini, kalangan perbankan di Bali yang difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyalurkan bahan bangunan berupa atap seng sebanyak 1.500 lembar.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk memperbaiki kembali atap rumah warga yang terdampak akibat gempa bumi dan mengantisipasi musim hujan,” jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Selasa, 26 Oktober 2021.

Bantuan bahan bangunan yang disalurkan itu atas usulan dari Perbekel Desa Ban I Gede Tamu Sugiantara.

Sebelumnya, Sugiantara menyampaikan, dari 16 banjar yang ada di wilayahnya, 9 banjar yang posisinya berada di atas perbukitan mengalami kerusakan parah dan 6 banjar di bawah rata-rata mengalami kerusakan ringan.

“377 rumah rusak total dan 1.083 rusak ringan. Selain itu, 131 pura juga mengalami kerusakan akibat gempa,” kata Gede Tamu Sugiantara.

Ia mengatakan, bahan bangunan berupa atap seng digunakan untuk mengganti atap rumah yang rusak.

“Kalau bantuan logistik sembako dan kebutuhan lain saat ini sudah mencukupi,” ujarnya. (Way)